Belajar Mikrotik: [TELTONIKA] SMS Gateway - POST/GET, EMAIL To SMS, Scheduled SMS

Belajar Mikrotik: [TELTONIKA] SMS Gateway - POST/GET, EMAIL To SMS, Scheduled SMS

[TELTONIKA] SMS Gateway - POST/GET, EMAIL To SMS, Scheduled SMS


Salah satu fitur dari Teltonika RUT Series ini adalah SMS Gateway. Dengan fitur ini kita bisa mengirimkan command ke router, menerima notifikasi, mengalihkan sms, penjadwalan sms, auto reply, bahkan bisa menggunakan smpp. 
POST/GET
Post/Get ini digunakan untuk mengirimkan perintah 'POST' atau 'GET' melalui URL di Teltonika RUT. Supaya fungsi ini bisa berjalan, maka perlu mengaktifkan Post/Get URL di menu Services → SMS Gateway → Post/Get.

Centang opsi 'Enable', dan tentukan Username dan Password yang akan digunakan untuk melakukan authentikasi ke system ketika mengirimkan perintah melalui POST/GET.
Dan ada beberapa format URL yang bisa digunakan yaitu:
Melihat daftar SMS masuk --> http://192.168.1.1/cgi-bin/sms_list?username=user1&password=user_pass
Keterangan:
IP Address 192.168.1.1 adalah alamat IP dari Teltonika RUT dan ini bisa di sesuaikan dengan IP Teltonika yang ada. Kemudian username dan password adalah username dan password yang sudah di set pada POST/GET Configuration.

Membaca SMS --> http://192.168.1.1/cgi-bin/sms_read?username=user1&password=user_pass&number=1
Keterangan: 
Untuk 'number=1' adalah nomor index yang didapat dari SMS list.

Mengirim SMS --> http://192.168.1.1/cgi-bin/sms_send?username=user1&password=user_pass&number=%2B62123456789&text=testmessage
Keterangan:
Untuk nomor penerima diawali dengan %2B (sebagai pengganti tanda + di url) kemudian kode negara (misal 62) kemudian nomor penerima. Dan 'text' adalah pesan yang akan dikirimkan, yang mana pesan ini tidak lebih dari 130 karakter.

Melihat Total SMS --> http://192.168.1.1/cgi-bin/sms_total?username=user1&password=user_pass
Menghapus SMS --> http://192.168.1.1/cgi-bin/sms_delete?username=user1&password=user_pass&number=1

EMAIL To SMS

Email to SMS memungkinkan kita untuk forward dari email ke SMS. Email to SMS akan memeriksa kotak masuk email pada interval atau frekuensi yang nanti ditentukan. Jika ada email baru yang diterima dengan subjek tertentu (nomor telepon), ia akan mengirim body email sebagai SMS ke nomor penerima yang ditentukan dalam subjek tadi.

Semua pesan email server POP3 dari kotak masuk akan dihapus saat menggunakan layanan ini.

Contoh mekanismenya adalah seperti berikut:
  • Email A mengirim pesan dengan subjek nomor telepon penerima dan isi pesan ke email B.
  • Teltonika mengecek email B dengan protokol POP3 dengan jangka waktu yang ditentukan. 
  • Jika ada email baru dengan subjek nomor telepon maka akan dibaca, kemudian dikirim ke nomor telepon penerima dan menghapus email tersebut.
  • Jika ada email baru namun dengan subjek bukan nomor telepon maka hanya akan dibaca.
Untuk menggunakan fitur Email to SMS, kita perlu mengonfigurasi di menu Services → SMS Gateway → Email To SMS. 

 

  • Enable = Yes
  • POP3 server = server email yang Anda gunakan. 
  • Server port = port server email yang Anda gunakan.
  • User name = Email penerima (pada contoh di atas adalah email B)
  • Password = kata sandi email penerima
  • Secure connection (SSL) = untuk mengenkripsi pesan.
  • Max. email symbol count = maksimal karakter di body email untuk dikirim SMS. jika karakter di body email melebihi dari yang di set maka tidak akan dikirim sebagai SMS.
  • Check email every = interval Teltonika RUT untuk mengecek email. 

Sebagai contoh disini A mengirim email ke B.
Si A menulis pesan ke email B dengan subjek nomor telepon dengan format +[kode negara][nomor telepon] contoh: +6281234567890. *)NOTE: Tidak boleh di campur karakter lain.

 

Si B sudah menerima pesan dari email A, namun belum dibaca oleh Teltonika.

  

Email sudah dibaca oleh teltonika dan sudah hilang. Dan sesaat setelah itu SMS masuk di nomor tujuan. 

 


Scheduled SMS

Dengan fitur Scheduled SMS ini memungkinkan kita untuk mengirim SMS ke beberapa nomor secara terjadwal. Untuk konfigurasinya bisa dilakukan pada menu Services → SMS Gateway → Scheduled SMS.

Konfigurasi yang perlu pertama kali dilakukan adalah menambahkan nomor tujuan dan interval waktu untuk melakukan SMS.

 
Selanjutnya, perlu juga setting beberapa parameter pendukung seperti berikut:

 

  • Enable = Yes
  • Receipients phone number = nomor tujuan
  • Message text = isi pesan (maksimal 160 karakter)
  • Message sending Interval = Interval pengiriman pesan berupa hari, jam, dan menit. 

===
by: Fathurahman (Tech. Support Officer) 

Sumber: https://citraweb.com
Belajar Mikrotik: Prioritas Bandwidth Video Conference Zoom

Belajar Mikrotik: Prioritas Bandwidth Video Conference Zoom

Prioritas Bandwidth Video Conference Zoom


Pertemuan secara daring melalui video conference menjadi sangat penting, seiring dengan dunia yang saat ini tengah beradaptasi dengan tatanan normal baru (new normal) imbas pandemi Covid-19. Hal ini dipilih karena video conference dinilai sebagai cara yang aman, nyaman, dan gratis untuk tetap terhubung, untuk kepentingan bisnis maupun bersosialisasi. 
Ada berbagai media yang digunakan untuk melaksanakan meeting atau video conference, salah satu yang banyak digunakan adalah Zoom Meeting. Pada artikel kali ini kami akan mencoba mengoptimalkan jaringan dengan memprioritaskan koneksi yang digunakan video conference agar bisa digunakan dengan baik tanpa ada gangguan. Bandwidth yang digunakan akan diprioritaskan agar tidak terganggu saat client lain browsing ke internet.
Sebelumnya, kita coba cari terlebih dahulu semua informasi mengenai aplikasi Zoom, baik dari ip server, protokol dan port yang digunakan. Informasi dari website resmi Zoom, aplikasi Zoom menggunakan protocol TCP dan UDP dengan port 80, 443, 3478, 3479, 5090, 5091, 8801-8810. Protokol dan port tersebut yang akan kita gunakan untuk menangkap traffic menuju server Zoom. Selain protocol dan port, bisa juga berdasarkan IP server Zoom yang akan kita tambahkan ke dalam router.
Address Lists
Untuk langkah pertama, tambahkan List IP server Zoom pada Firewall>Address-Lists router. Agar lebih mudah, silahkan cek list ip server zoom disini : zoom-ip 
Copy script zoom-ip tersebut dan masukkan kedalam router dengan membuka New Terminal lalu klik-kanan Paste.
Jika sudah berhasil, cek ulang pada menu IP>Firewall>Address Lists apakah IP Zoom sudah tertambahkan secara otomatis. Akan ada list IP server Zoom dengan nama "zoom_ip".
Perlu diketahui, tidak semua IP yang digunakan oleh server Zoom ada pada script tersebut. Untuk menambahkan secara otomatis, tambahkan rule mangle berdasarkan port yang digunakan oleh aplikasi zoom. 
Tambahkan dua rule untuk TCP dan UDP dengan destination port yaitu port 3478, 3479, 5090, 5091, 8801-8810(selain 80 dan 443).
Berikut command yang digunakan : 
 /ip firewall mangle
add chain=prerouting dst-address-list=!zoom_ip dst-port=3478,3479,5090,5091,8801-8810 protocol=tcp action=add-dst-to-address-list address-list=zoom_ip; 
add chain=prerouting dst-address-list=!zoom_ip dst-port=3478,3479,5090,5091,8801-8810 protocol=udp action=add-dst-to-address-list address-list=zoom_ip;

Jika menggunakan winbox konfigurasinya seperti berikut
Kedua rule diatas digunakan untuk menambahkan IP baru yang belum terdaftar pada Address-Lists. Nama Address-Lists-nya dibuat sama dengan list import yaitu "zoom_ip" dan akan terupdate otomatis jika ada koneksi baru Zoom.
Mangle
Langkah selanjutnya, untuk menangkap traffic koneksi aplikasi Zoom, tambahkan rule baru pada mangle dengan action mark-connection. Protocol port diisi port yang digunakan oleh zoom yaitu Protocol TCP dan UDP dengan Port 3478, 3479, 5090, 5091, 8801-8810. Beri nama koneksi yang sudah ditangkap, contoh "koneksi_zoom".
Berikut command yang digunakan. 

/ip firewall mangle
add chain=prerouting protocol=tcp dst-port=3478,3479,5090,5091,8801-8810 action=mark-connection new-connection-mark=koneksi_zoom passthrough=yes;
add chain=prerouting protocol=udp dst-port=3478,3479,5090,5091,8801-8810 action=mark-connection new-connection-mark=koneksi_zoom passthrough=yes;

Jika menggunakan winbox konfigurasinya adalah sebagai berikut : 


Selain port 3478, 3479, 5090, 5091, 8801-8810, aplikasi Zoom juga menggunakan protokol TCP 80 dan TCP 443. Tambahkan rule baru dengan dst-port=80,443 dan Dst. Address List = zoom_ip yang sudah ditambahkan tadi.

Berikut command yang digunakan : 

 /ip firewall mangle add chain=prerouting protocol=tcp dst-port=80,443 dst-address-list=zoom_ip action=mark-connection new-connection-mark=koneksi_zoom passthrough=yes

Jika menggunakan winbox konfigurasinya adalah sebagai berikut : 
 

Rule diatas digunakan untuk menangkap traffic zoom yang menggunakan protocol tcp port 80,443. Terdapat tambahan dst-address-list=zoom-ip agar paket browsing lain tidak tertangkap oleh rule ini. Pastikan nama mark-connection sama dengan rule sebelumnya (koneksi_zoom). 

Setelah koneksi tertangkap, ada satu rule lagi yang harus ditambahkan yaitu mark-packet. Tambahkan rule baru dengan Action Mark Packet beri nama baru, misal packet_zoom. Pastikan connection mark diisi mark-connection = koneksi_zoom yang sudah dibuat tadi.Packet-mark ini yang akan kita gunakan untuk bandwidth management, baik pada menu simple queue atau pada queue tree.
Berikut command yang digunakan : 
/ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-packet connection-mark=koneksi_zoom new-packet-mark=paket_zoom passthrough=no

 

Hasilnya akan terdapat beberapa rule pada mangle seperti berikut 

 

Bandwidth Management
Setelah mark-packet ditambahkan pada mangle, coba gunakan aplikasi zoom dan lihat counters pada mangle untuk mengecek apakah rule sudah berjalan dengan benar. 

Dari packet-mark "paket_zoom" kita bisa gunakan untuk limitasi bandwidth pada simple queue atau queue tree. Packet-mark ini digunakan untuk membedakan mana packet menuju ke server zoom, mana packet browsing biasa.

Untuk contoh konfigurasi pada simple queue adalah sebagai berikut : 
  

Sedangkan contoh konfigurasi pada queue tree, harus menambahkan connection-mark dan packet-mark browsing terlebih dahulu. 

Baru kita pisahkan berdasarkan packet-mark yang sudah dibuat, contoh adalah seperti berikut ini : 
 

Konfigurasi ini bisa jadi solusi jika ingin koneksi menuju server zoom lebih prioritas tanpa ada gangguan. Jika ada client lain yang browsing, maka sudah dipisahkan bandwidthnya. Secara umum, saat video conference berlangsung aplikasi zoom akan menggunakan protocol UDP.  Dan bandwidth yang digunakan tergantung resolusi yang dipakai pada zoom meeting. 
Memang informasi dari zoom untuk port yang digunakan pada protocol TCP dan UDP agak sedikit berbeda. Port yang digunakan pada TCP dan UDP dibuat sama untuk memudahkan konfigurasi. 

Sumber: http://mikrotik.co.id
Belajar Mikrotik: Membangun Jaringan dari Nol

Belajar Mikrotik: Membangun Jaringan dari Nol

Membangun Jaringan dari Nol


Di Zaman yang serba modern ini, internet menjadi suatu kebutuhan yang harus di penuhi bagi setiap individu. Sudah banyak sekali kegiatan yang membutuhkan internet, mulai dari email, belajar online, mendaftar pekerjaan, dll.  
Demi menunjang kebutuhan user dalam menggunakan internet, saat ini  sudah banyak sekali provider yang menyediakan layanan internet. Mulai dari internet dengan system kuota hingga internet dengan kecepatan tinggi dan tidak terdapat batasan kuota. 
Agar penggunaan koneksi internet yang kita dapatkan dari provider bisa lebih terukur dan optimal, maka kita perlu membangun jaringan berdasarkan kebutuhan kita sendiri seperti penambahan access point, penambahan fitur firewall, Queue, bandwidth management, hotspot dan lain sebagainya. 
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Mikrotik menyediakan banyak sekali varian router, mulai dari Main Router, Router Switch, Router Wireless, dll. Tentunya tak sedikit dari kalian yang bingung dalam pemilihan perangkat. Pada artikel kali ini kami akan mencoba membantu teman-teman dalam memilih produk Mikrotik.
Case 1 [Membangun Jaringan Rumahan] 
Ketika Anda berlangganan internet dengan kecepatan dibawah 10Mbps maka Router Manajemen yang bisa digunakan adalah perangkat RB931-2nD. Perangkat RB931-2nD ini memiliki fitur yang sama dengan router Mikrotik yang lainnya, perangkat RB931-2nD juga sudah di bekali satu interface wireless yang berjalan pada frekuensi 2.4Ghz sehingga mendukung sekali untuk perangkat-perangkat wireless seperti HP ataupun Laptop. Berikut contoh implementasi membangun jaringan rumahan: 

Dengan menambahkan Router RB931-2nD diantara modem dan client, maka kita bisa melakukan manajemen untuk sisi clientnya. Sebagai contoh, Anda bisa menerapkan fitur Kid Controll. Dengan fitur Kid Controll ini, kita bisa memberikan manajemen akses internet terhadap Anak berdasarkan waktu, bisa juga menggunakan fitur Access List, sehingga perangkat client yang tidak dikenal bisa kita drop (kick). Detail perangkat RB931-2nD bisa dilihat dengan menekan link berikut: RB931-2nD
Jika di daerah Anda masih belum terjangkau ISP, maka sebagai solusinya Anda bisa gunakan Modem LTE USB sebagai sumber internetnya. Tentunya ketika menggunakan Modem USB LTE maka Anda juga harus menggunakan perangkat Router yang juga sudah mendukung port USB. Perangkat Mikrotik yang sudah mendukung port USB biasanya terdapat kode "U" pada kode produknya. Contoh implementasi Mikrotik dengan Modem USB sebagai berikut: 
  
Sebagai alternatif lain selain menggunakan modem USB, Di Mikrotik sendiri terdapat perangkat yang sudah mendukung modem mini pci-e. Sehingga dengan adanya perangkat yang sudah mendukung modem mini pci-e ini maka kita bisa lebih meringkas perangkat. Dengan satu perangkat saja bisa kita gunakan sebagai sumber internet, mendistribusikan dan memanajemen jaringan yang ada. Perangkat yang sudah mendukung modem mini pci-e adalah sebagai berikut: LtAP, LtAP mini, RBwAPR-2nD, RBwAP LTE Kit. Contoh implementasinya sebagai berikut: 
  
Ketika membangun jaringan rumahan, dan Anda memiliki kebutuhan untuk memperjauh jangkauan wifi maka sebagai solusinya Anda bisa gunakan beberapa perangkat Access Point. Untuk komunikasi setiap perangkat Access Point bisa dihubungkan menggunakan kabel LAN. Tentunya akan sedikit ribet jika menghubungkan setiap Access Point dengan kabel LAN. Mikrotik sendiri sudah melakukan inovasi terhadap perangkatnya sehingga dengan perangkat PWR-Line-AP kita bisa melewatkan data melalui kabel listrik selama kelistrikan masih dalam satu phase. Sebagai contoh implementasinya bisa dilihat pada gambar berikut: 
  
Kami juga sudah pernah melakukan review terhadap perangkat Power Line, detailnya bisa Anda lihat pada halaman berikut: PWR-LINE-AP PL7411-2nD MIKROTIK atau PWR-LINE PL7400 MIKROTIK
Case 2 [Membangun Jaringan SOHO] 
Meningkat satu level dari sebelumnya, pada jaringan SOHO (Small Office Home Office) tentunya memiliki kebutuhan yang lebih bervariasi dibandingkan dengan jaringan rumahan yang simple seperti pada contoh kasus diatas. Pada jaringan SOHO sendiri biasanya memiliki layanan internet yang bervariasi, mulai dari 10Mbps-50Mbps, kemudian memiliki 10-30 client menggunakan kabel dan terdapat beberapa client yang terkoneksi menggunakan wireless. Terkadang juga memiliki kebutuhan penyimpanan bersama seperti NAS. Contoh topologinya sebagai berikut
  
Pada jaringan SOHO, terdapat dua opsi sebagai Main Routernya. Opsi pertama bisa menggunakan perangkat RB750Gr3, kemudian opsi yang kedua bisa menggunakan RB450Gx4. Perbandingan dari kedua alat tersebut bisa dilihat pada halaman berikut: Perbandingan RB750Gr3 dan RB450Gx4.
Untuk Switch yang akan digunakan pada jaringan SOHO, bisa disesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Di Mikrotik sendiri memiliki beberapa varian Switch, mulai dari perangkat switch dengan 5 port ethernet hingga perangkat switch dengan 48 port ethernet. Kemudian pada beberapa varian switch Mikrotik, juga terdapat port Fiber Optic (SFP) sehingga kita bisa membangun jaringan SOHO dengan kecepatan yang tinggi. Untuk perangkat Switch Series Mikrotik bisa Anda lihat pada halaman berikut: 
Perangkat Access Point Mikrotik yang bisa digunakan untuk jaringan SOHO terdapat beberapa series, seperti cAP Series, mAP Series, dan wAP Series. Anda dapat gunakan dan sesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Perangkat cAP Series, mAP Series, dan wAP Series bisa ditemui pada halaman berikut: 
Pada contoh topologi diatas kami menggunakan Access Point cAP-ac. Perangkat cAP-ac memiliki 2 interface wireless yang berjalan di frekuensi 2.4Ghz dan 5.8Ghz. Jika terdapat client dengan sinyal yang lemah, maka Anda bisa tambahkan Access Point lagi supaya dapat mengcover area tersebut. Sebagai tambahan informasi bahwa sinyal wireless akan berkurang ketika terdapat halangan berupa tembok, beton, kaca, dll.

Case 3 [Medium Network] 

Dalam membangun jaringan Medium Network, tentunya memiliki topologi dan kebutuhan perangkat yang lebih kompleks lagi dibandingkan dengan jaringan rumahan dan SOHO. Pada jaringan SOHO biasanya bandwidth yang digunakan adalah 10Mbps sampai 50Mbps, kemudian memiliki client 10 sampai 30 client, sedangkan pada jaringan Medium Network menggunakan bandwidth yang lebih tinggi lagi mulai dari 50Mbps sampai 300Mbps, dan jumlah client yang lebih banyak mulai dari 100 client hingga 1000 client dan terkadang memiliki server aplikasi dan web server tersendiri. Sebagai contoh kasus bahwa medium network ini di terapkan di area kantor, sekolahan atau kampus. Contoh topologinya bisa dilihat pada gambar berikut:
  
Pada jaringan Medium Network, router yang bisa digunakan adalah RB1100AHx4 atau CCR Series, Router tersebut yang nantinya akan digunakan sebagai Main Router/Router Manajemen. Semakin banyak fitur-fitur yang akan digunakan (Hotspot, DHCP, Dude, QoS, Firewall, dll) maka disarankan untuk menggunakan Router CCR Series. Perangkat RB1100AHx4 atau CCR Series bisa ditemui pada halaman berikut: 
Perangkat Switch yang bisa digunakan pada Medium Network ini bisa disesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Switch di Mikrotik sendiri memiliki berbagai fitur yang bervariasi mulai dari jumlah port yang bervariasi, port SFP 1G (S) dan port SFP 10G(S+), PoE-Out, dll. Produk Switch Mikrotik bisa Anda pilih pada halaman berikut:
CRS Series 
Access Point yang bisa digunakan pada jaringan Medium Network, sama dengan kasus SOHO diatas. Ada beberapa opsi yang bisa Anda gunakan seperti cAP Series atau wAP Series. Perangkat Access Point Mikrotik bisa ditemui pada halaman berikut
cAP Series 
Contoh impelementasi Medium Network yang lainnya adalah ketika kita akan menghubungkan dua site, dimana internet hanya terdapat di salah satu site saja. Sebagai solusinya kita bisa melakukan Point to Point (PTP) wireless dengan topologi seperti berikut: 
  
Jika kita memiliki kantor cabang lebih dari satu kantor, maka kita bisa menghubungkan kantor pusat dan kantor cabang dengan melakukan Point to Multi Point (PTMP) wireless. Tentunya dalam membangun jaringan Point to Multi Point ini sumber internet berada di kantor pusat dan kantor cabang akan menggunakan resource yang terdapat di kantor pusat. Gambaran topologi jaringan Medium Network Point to Multi Point sebagai berikut: 
  
Untuk perangkat wireless yang digunakan akan sangat bervariasi nantinya, karena akan berpengaruh terhadap throughput yang akan dilewatkan dan juga seberapa jauh jarak yang akan di tempuh. Sebagai contoh dalam melakukan PTP dengan jarak 1-2 KM maka bisa menggunakan perangkat SXT Series. kemudian untuk membangun link wireless PTMP dengan cover area 500M maka bisa menggunakan Omnitik Series sebagai Access Pointnya, kemudian di sisi wireless client nya bisa menggunakan SXT Series.
Untuk membantu pemilihan wireless Mikrotik maka bisa menggunakan aplikasi wireless link calculator, atau bisa juga melihat table berikut: Guide for PTP & Guide for PTMP.
Ketika membangun jaringan dengan menggunakan wireless, maka tentunya ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Tentunya link wireless harus loss tidak terdapat halangan, Fresnel zone terpenuhi, dan juga harus memilih frekuensi yang masih jarang digunakan supaya terhindar dari interfrensi.
Jika beberapa point diatas tidak dipenuhi, maka bisa saja link wireless tidak berjalan maksimal. Alternatif lain dalam membangun jaringan dengan kecepatan yang tinggi maka bisa menggunakan Fiber Optic. Citraweb juga menyediakan SFP Tranceiver yang bervariasi. terdapat SFP Tranceiver dengan kecepatan 1Gbps hingga 10Gbps, ada juga SFP Tranceiver yang bisa digunakan untuk menghubungkan link dengan jarak 500 meter hingga 120Km. Ragam variasi dari SFP Tranceiver yang kami miliki bisa dilihat pada halaman berikut: SFP Series Citraweb. Contoh impelementasi Medium Network dengan Fiber Optic bisa dilihat pada gambar dibawah ini 
  
Mengingat besarnya biaya ketika membangun jaringan Fiber Optic, maka sebagai alternative lain bisa menggunakan kabel ethernet + GPeR (Gigabit Passive Ethernet Repeater). Secara umumnya, kabel ethernet bisa digunakan hingga jarak 80-100M (tergantung dengan kualitas kabelnya). Namun dengan perangkat GPer ini bisa digunakan untuk menghubungkan dua buah site dengan jarak up to 1.5KM.

Contoh implementasi GPeR bisa dilihat pada gambar berikut:


Kesimpulan: 
Produk Mikrotik memiliki banyak varian Router, mulai dari Router Core, Router Switch, Router Wireless, dll. Kemudian fitur yang dihadirkan tentunya juga bervariasi seperti interface ethernet 10G, port Fiber Optic, PoE-Out, dll. Dihadapkan dengan pilihan yang sangat bervariasi tentunya user bingung terhadap pemilihan perangkat yang akan digunakan. Pastikan Anda sudah memiliki list kebutuhan jaringan dan rancangan jaringan (topologi) yang akan di bangun sehingga nantinya Anda bisa memiliki gambaran terhadap perangkat yang akan digunakan. Untuk membandingkan perangkat-perangkat Mikrotik bisa menggunakan aplikasi bantu Routerboard.co.id
Semoga dengan adanya artikel ini, user yang masih awam sekali dalam membangun jaringan bisa mendapatkan gambaran mengenai membangun jaringan dari nol.
Jika Anda masih bingung terhadap pemilihan produk Mikrotik maka Anda bisa menggunakan fitur Layanan - Mikrotik.co.id atau email ke Layanan@mikrotik.co.id untuk mendiskusikan jaringan yang akan di bangun beserta pemilihan produknya

Artikel berikut dibuat pada : Jum'at, 10 Juli 2020
Sumber: http://mikrotik.co.id
Belajar Mikrotik: [TELTONIKA] WAN Failover/Loadbalancing, SIM Switching

Belajar Mikrotik: [TELTONIKA] WAN Failover/Loadbalancing, SIM Switching

[TELTONIKA] WAN Failover/Loadbalancing, SIM Switching


Pada artikel https://citraweb.com/artikel_lihat.php?id=380 dijelaskan bahwa RUT9XX memiliki dua SIM Tray. Pada artikel ini kami akan membahas apa sih fungsi dari 2 SIM Tray yang ada pada Teltonika RUT9XX tersebut. Tentunya kami juga akan membahas lengkap fungsi failover dan loadbalancing di Teltonika RUT9XX ini.
Failover
Failover bisa digunakan ketika Anda memiliki 2 gateway / isp atau lebih. Di Teltonika RUT9XX ini memungkinkan Anda memiliki 3 gateway yang berbeda jenisnya, yaitu Wired WAN, Mobile WAN2, WiFi WAN3.
 
Pada gambar di atas menunjukkan kami menggunakan 3 WAN dengan WAN utama pada ether WAN, WAN kedua dari wireless, dan yang jadi prioritas terakhir adalah LTE nya.
Anda dapat memilih satu WAN utama dan satu atau dua (atau tidak ada sama sekali) opsi WAN cadangan. Untuk memilih WAN utama Anda, cukup centang opsi yang diinginkan (kabel, seluler, atau Wi-Fi) di kolom 'Main WAN' (pertama dari kiri). Sedangkan untuk memilih WAN cadangan, centang opsi yang diinginkan di Cadangan Kolom WAN (kedua dari kiri). 
Dengan skema tersebut diharapkan jika internet dari kabel putus maka koneksi internet pindah ke WLAN, jika WLAN putus pindah ke mobile/LTE. 
Menentukan indikator untuk failover
Untuk mencapai failover yang baik, maka perlu ditentukan apa saja yang menjadi indikator untuk berpindah antar WAN.
  • Health Monitor Interval: Interval waktu pemeriksaan health check
  • Health Monitor ICMP Host (S): Menunjukkan ke mana harus mengirim permintaan ping untuk health check. Dapat kita isi dengan alamat Google Public DNS (8.8.8.8, 8.8.4.4)
  • Health Monitor ICMP timeout: Frekuensi permintaan ICMP dikirim. Disarankan untuk mengisi nilai yang lebih tinggi jika koneksi Anda memiliki latensi tinggi atau jitter tinggi (latency spike)
  • Attempts before failover: Jumlah ping yang gagal sehingga koneksi dinyatakan  "down" 
Untuk health monitor ICMP host(s) bisa menggunakan IP WAN Gateway, DNS Server, atau Custom IP. Untuk ini kami menyarankan menggunakan custom IP. Karena tujuan kita adalah failover internet maka IP host yang dituju sebaiknya yang berada di internet.
Load Balancing
Konfigurasi load balancing di Teltonika ini cukup mudah, yaitu dengan mengatur mode WAN ke load balancing. Untuk konfigurasinya ada di menu Network → WAN.
Selanjutnya bisa juga mengatur rasio beban yang akan di masing masing WAN. Pengaturan ada di menu Network → Load Balancing
 
Kita dapat menetapkan nilai rasio pada interface WAN. Nilai rasio mewakili persentase beban yang akan melalui interface. Misalnya, dalam konfigurasi default pada gambar di atas, 3 bagian lalu lintas akan melalui interface Wired dan 2 bagian akan melalui interface Mobile, yang berarti sekitar 60% (3/5) data akan ditransfer melalui Wired, 40% (2 / 5) melalui Mobile. 
SIM Switching
Teltonika RUT9XX memiliki keunggulan salah satunya yaitu SIM Switching. SIM Switching memungkinkan Anda untuk mengatur SIM mana yang akan dipakai di Teltonika Anda ketika dalam keadaan keadaan tertentu.
SIM Switching ini berlaku untuk perangkat yang memiliki SIM slot lebih dari satu, misal RUT950 dan RUT955. Konfigurasi SIM Switching ada di dalam menu SIM Management yang dapat diakses dengan memilih menu utama Network-Mobile, pilih tab SIM Management. 
SIM Switching digunakan untuk mengaktifkan perpindahan penggunaan SIM dan mengatur interval pemeriksaan perpindahan penggunaan SIM. 
Primary Card: Menentukan kartu SIM mana yang digunakan sebagai SIM utama. SIM utama adalah yang SIM digunakan router secara default, yang berarti bahwa setelah reboot atau modem restart, router akan mulai menggunakan kartu SIM utama.
SIM Switching
  • Enable automatic switching: mengaktifkan fungsi SIM switching
  • Check interval: Interval waktu setelah router memeriksa perubahan kondisi yang sesuai dengan pengaturan SIM Switching. 
Ada beberapa skenario yang bisa digunakan untuk melkukan SIM Switching, diantaranya yang mungkin umum digunakan:
  • On Weak Signal
Melakukan SIM Switching ketika kekuatan sinyal turun di bawah ambang batas yang ditentukan. Apabila opsi ini dicentang akan muncul Signal strength di bawahnya.

  • Mobile Data Limit
Melakukan SIM Switching ketika kartu SIM mencapai batas data yang ditentukan untuk periode yang ditentukan. Batas Data Seluler dapat dikonfigurasi di Network → Mobile → Mobile Data Limit

  • On SMS Limit
Melakukan SIM Switching ketika kartu SIM mencapai batas SMS yang ditentukan untuk periode yang ditentukan. Batas SMS dapat dikonfigurasi di Network→ Mobile → SMS Limit.

  • On Data Connection Fail
Ketika mendapat pesan LCP atau ICMP echo dari host yang dituju.


Selain itu ada beberapa parameter yang bisa digunakan seperti, On RoamingNo NetworkOn Network Denied.

Pengetesan SIM Switching

Disini contoh penggunaan SIM Switching dengan metode 'ON Data Limit'. Pada pengetesan ini dibatasi untuk data limit sebesar 20MB.



Kebetulan untuk SIM1 terpasang operator seluler dari Telkomsel.


Selanjutnya dicoba dengan pengetesan bandwidth untuk mepercepat pemakaian hingga limitasi 20MB.

 

Dan hasilnya secara otomatis ketika mencapai 'Data Limit' secara otomatis akan di switching ke SIM2, yang mana kebetulan untuk SIM2 menggunakan operator seluler Smartfren.

 

===
by: Fathurrahman & Wahyu Susilo (Tech. Support Officer

Sumber: https://citraweb.com