Bimbingan Machiavellis Bagi Bisnis Modern

Bagian 2

Menangani Konflik Staf

Misalkan kamu mempekerjakan orang yang memiliki keterampilan khusus yang kamu butuhkan. Dalam satu atau dua bulan kemudian, seorang anggota staf yang sudah lebih lama berdinas dan yang harus bekerja bersama orang tadi mendatangi kamu untuk mengajukan keluhan mengenai orang baru itu.

Evaluasilah dalam benakmu nilai kedua orang itu bagi bisnismu. Jika nilai mereka tidak seimbang, suruhlah si pelapor untuk mengatasi masalahnya sendiri. Jika waktu membuktikan bahwa keduanya tidak dapat hidup berdampingan, depaklah orang yang nilainya lebih rendah.

Jika nilai mereka seimbang, ceritakan pada si tukang keluh tentang seorang laki-laki yang membawa pulang seekor monyet yang akan disuruhnya membantu pekerjaannya memintal benang. Isteri orang itu menyambutnya dengan mengatakan bahwa suaminya edan. “Kita tidak bisa memelihara seekor monyet di dalam rumah. Di mana dia akan tidur?”

“Dengan kita.”

“Dengan kita!? Bagaimana dengan baunya?”

“Dia toh akan terbiasa.”

Pembahasan lebih lanjut seharusnya tidak diperlukan lagi-tetapi jika si tukang keluh itu tidak tersenyum, sekalipun dengan muka kecut, depaklah dia. Kalau tidak, masalahnya akan berlarut-larut.

Memecat Orang

sahoobi.comDi jaman dulu, satu kalimat saja sudah cukup: “Kami tidak lagi membutuhkan jasa-jasamu.” Kamu tidak perlu memberikan alasan apa pun untuk mengeluarkan secarik kertas merah mawar.

Sekarang hal itu sedikit lebih rumit. Karyawan-karyawan yang dipecat memperkarakan mantan majikan mereka dengan tuduhan pemutusan hubungan kerja yang tidak adil dan sewenang-wenang. Pengadilan telah menegaskan konsep pekerjaan sebagai hak milik, yang berarti bahwa selama unjuk kerjanya bagus, seorang karyawan tidak bisa dipecat secara sah.

Jika kamu ingin memecat orang, mulailah mendokumentasikan kinerja buruk orang itu secara tertulis. Jika dan ketika pemecatan itu diperkarakan, kamu akan bisa membenarkan pemecatan itu di pengadilan. Jika kamu bersiap untuk mendepak orang, kirimlah memo-memo yang perlu mengenai ketidak-becusan si subyek dalam menangani tugas, dan pastikan agar semua orang yang tepat-termasuk karyawan yang ditargetkan, jika perlu-mendapatkan salinannya.

Beberapa pengadilan telah memperingatkan bahwa orang-orang tidak dapat dipecat karena kinerja buruk kecuali jika mereka telah diperingatkan sebelumnya. Jadi sebelum kamu melakukan “soft hit” itu, adalah bijaksana untuk menyekors si korban. Dengan cara  itu ia tidak akan bisa mengatakan bahwa ia tidak diperingatkan. Pada akhir masa sekors tadi-dua minggu, sebulan, 90 hari-biasanya kamu bisa membuka pintu lebar-lebar dan mengucapkan selamat jalan.

Cara yang jauh lebih mudah tetapi sama efektifnya untuk melenyapkan orang tanpa harus memeeatnya  adalah dengan teknik “incar-dan-permalukan”. Kritik terbuka yang keras dan didengar banyak orang (sehingga para kolega orang itu bisa mendengarnya)  digabungkan dengan perintah-perintah dan tugas-tugas yang mempermalukannya dengan cepat membuat orang yang merasa punya harga diri mundur secara sukarela.

Jika tak satu pun dari pendekatan-pendekatan tadi ternyata efektif, entah karena alasan apa, kamu  selalu bisa mengundang pihak yang diicar ke kantormu untuk diajak ngobrol secara pribadi. Tentu saja apa yang kalian obrolkan hanya kamu yang tahu. Tetapi jika orang yang kamu inginkan agar pergi itu kembali ke meja kerjanya, duduk, mengeluselus dengkulnya dengan was-was-tapi masih penuh rasa syukur-serta mengetik surat pengunduran dirinya, barangkali maksudmu sudah dia pahami. Dengan itu dia bisa lolos tanpa susah-susah. Andaikata dia sudah dilaporkan ke Urusan Kita dan masih ogah-ogahan pergi, dengkulnya pasti sudah copot. Tentu saja.

Permalingan

Beberapa di antara para karyawanmu pasti akan mencuri darimu. Itu kodrat manusia. Percayalah.  Tetapi ada orang-orang yang beranggapan bahwa mengantongi jepetan kertas, pena dan pensil, perangko, dan sebagainya dari kantor justru meningkatkan kepuasan kerja, mendongkrak produktivitas, dan bahkan membantu penghematan. Jadi jangan penasaran jika ada segelintir maling kelas teri mini dalam organisasimu. Tetapi selidiki siapa mereka dan awasi mereka dengan ketat. Kadang-kadang maling kecil, jika dibesarkan nyalinya oleh keberhasilan, akan berusaha menjadi maling besar.

Jika dan ketika kamu menangkap basah seorang maling besar dalam organisasimu, jadikan dia teladan publik. Tidak ada penangkal kejahatan yang lebih baik daripada pengetahuan yang pasti bahwa hukuman yang cepat dan menyengat akan dijatuhkan pada si pelanggar.

Mengetatkan Ikat Pinggang

Jika organisasimu perlu mengetatkan ikat pinggang, kamu dan para bawahanmu pasti sudah lama teledor. Tetapi jika kamu terpaksa memotong ongkos-ongkos, mulailah dengan dirimu sendiri. Lebih mudah bagi para karyawan untuk memberikan beberapa pengorbanan jika mereka tahu bos melakukan hal yang sama. Penggallah gaji dan tunjangan-tunjanganmu, dan usahakan agar bagian keuangan “membocorkan” berita itu, sampai akhirnya seluruh organisasi mendengar tentang hal itu.

Mulailah mengurangi ongkos-ongkos operasi dengan secara pribadi meneliti dan menganalisis seluruh organisasi. Kemudian mulailah dengan tanpa ampun menyerang pemborosan dan pengulangan. Konsolidasikan beberapa pekerjaan, coret pekerjaan-pekerjaan lain. Tetapkan inventarisasi dan pengendalian ongkos-ongkos secara tegas, bahkan sampai ke perbekalan kantor.

Gambarlah sebuah program tahap demi tahap untuk menjadi organisasi yang lebih ramping dan lebih pelit, kemudian jalankan program itu secara religius. Tempelkan program yang sama (dengan coretan di sana sini seperlunya) di tempat yang mudah terlihat orang banyak di kantor, sehingga semua karyawanmu bisa melihatnya dan akan diilhami oleh semangat pengetatan
ikat pinggang itu.

Terakhir, pastikan agar setiap orang tahu persis prinsip dasar tujuan program pemotongan ongkos: Jika kamu tidak bisa mewujudkannya, berarti mereka gagal.

Produktivitas

Produktivitas yang meningkat tidak harus berarti bekerja lebih cepat dan memasukkan lebih banyak jam kerja. Menurut perkiraan, inefisiensi pekerja bisa mencapai 50 persen. Dengan kata lain, karyawan-karyawanmu berangan-angan dan bermalas-malasan selama tiga puluh menit dari setiap jam kerja.

Kamu bisa meningkatkan produktivitas organisasimu dengan memastikan agar hari-hari kerja para karyawan benar-benar terorganisir, tugas mereka terencana, dan sasaran kerja mereka dipahami dengan gamblang-dan dengan program menendang pantat di seluruh perusahaan.

Tetapi ingat, mesin saja tidak bisa 100 persen efisien. Jangan berharap manusia yang bekerja untukmu efisien 100 persen.

Jika karyawanmu terlalu banyak bekerja lembur, alasannya mungkin untuk mencari perhatian darimu, atau mereka tidak mampu merampungkan tugas mereka selama jam kerja reguler. Cari tahu yang mana yang sesungguhnya terjadi. Mungkin kamu bisa menemukan bahwa para eksekutif manajemen menengah tengah berusaha memajukan peruntungan mereka sendiri dengan jalan memberikan beban berlebihan pada personel mereka. Ini bisa menjadi bumerang, dan semua pihak dirugikan, termasuk kamu.

Jangan mendorong kerja lembur. Katakan pada orang-orangmu bahwa cara terbaik untuk mencari perhatian darimu adalah bekerja sebaik-baiknya dengan jangka waktu yang sudah ditetapkan untuk itu dan kemudian pulang ke rumah untuk bersantai.

Aturan

Organisasimu memburuhkan seperangkat aturan tertulis untuk kebijaksanaan perhitungan biaya. Setelah  itu, semakin sedikit aturannya, semakin baik. Setiap aturan hanyalah batas yang semena-mena, yang menunggu untuk dilanggar oleh orang-orang yang suka bertualang. Orang-orang yang berani melanggar aturan mungkin terbukti sebagai orangorangmu yang terbaik.

 

Dalil-dalil

  • Lebih baik seekor keledai yang mengangkut beban daripada seekor kuda yang melemparkan tuannya.
  • Di negeri terjanji yang subur ban yak orang mati kelaparan.
  • Si ikan tewas karena mulutnya yang menganga.
  • Setiap kacung menyimpan jas sutera seorang capo dalam almari pakaiannya.
  • Genderang besar hanya terdengar bagus dari kejauhan.
  • Baja jelek tidak mungkin kamu buat tajam.
  • Sesekali dengarkanlah badut-badut; mungkin kamu bisa menarik pelajaran berharga. Tetapi jangan sekali-kali mendebat mereka.
  • Wanita melawan agar dikalahkan; begitu pula laki-laki tertentu.
  • Jangan menghakimi orang lain berdasarkan apa yang kamu dengar tentang mereka.
  • Sabaran untuk sementara; nyaman untuk sepuluh tahun.
  • Minuman keras menghancurkan peramunya.
  • Rajawali tidak berburu lalat.
  • Jika main skating di atas es tipis, meluncurlah cepat-cepat.
  • Jika anak panah lepas dari busurnya, dia tak pernah kembali.
  • Jika kamu tidak meminta bantuan mereka, semua orang akan santun.
  • Yang membayar banyak dilayani dengan baik.
  • Seluruh kehidupan adalah peruntungan yang buta, bahkan ketika kamu mengira tengah mengubahnya.
  • Uang curian dua kali lebih nikmat daripada uang yang bersimbah keringat.
  • Persiapan adalah ibu nasib baik.
  • Kekurangan uang atau kasih sayang ada di dasar semua pelanggaran kita.
  • Tidak ada lelaki yang senang keutamaan sebagaimana dia senang wanita.
  • Dang disambut hangat bahkan sekalipun ia datang dengan bungkus kotor.
  • Jika kamu tidak bisa melihat bercak dalam setengah jam pertama menghadapi meja makan, berarti semua beres.
  • Sepuluh negeri dikenal dengan lebih cepat daripada beberapa orang.
  • Lelaki yang jatuh cinta-pada apa pun-akan kehilangan harga dirinya dan, bersamaan dengan itu, nalar sehatnya. Pengetahuan mengenai hal ini membantu menangani bawahan dan musuh.
  • Biarawati yang minggat selalu menjelek-jelekkan biaranya.
  • Badut yang membisu akan dianggap orang bijak; maling yang kaya akan dianggap priyayi.
  • Satu kepalan nasib baik adalah lebih berharga daripada satu truk kebijaksanaan.
  • Apa yang berputar akan sampai ke Si£;Uga, tetapi tidak pernah tepat waktu.
  • Dalam badai, berdoalah pada Tuhan tetapi kayuhlah dayung menuju pantai.
  • Serigala kehilangan taring mereka tetapi bukan sifat mereka.
  • Dari lima belas orang yang menyanjung, setidaktidaknya empat belas berdusta.
  • Jika suatu masalah terasa tidak terpecahkan, carilah wanitanya, atau pejantannya.
  • Tanganilah fakta-fakta dari suatu situasi buruk seakan-akan fakta-fakta itu lebih parah daripada yang kamu ketahui. Fakta-fakta situasi yang baik jangan sekalikali kamu usik.
  • Yang tersedia selalu cukup: cukup untuk disimpan, cukup untuk dihadiahkan, cukup untuk dicuri, asalkan kamu terlebih dulu mendapatkan semuanya.
  • Setiap obat untuk situasi yang butuk mempunyai efek samping. Pilihlah obat dengan efek samping paling kecil.
  • Percayailah orangnya, bukan sumpahnya.
  • Lebih daripada cinta, rasa ingin tahu mengakibatkan banyak orang kehilangan keperawanan mereka.
  • Banyak yang akan memancing tetapi sedikit yang akan membawa umpan.
  • Serdadu yang baik hanya bisa karpu kenali ketika dia menjadi seorang perwira.
  • Tidak ada solusi yang memuaskan setiap orang.
  • Jika kamu terpaksa mengiris, yakinkan korbanmu bahwa kamu seorang ahli bedah.
  • Banyak omong, banyak dusta.
  • Sang capo mengungkapkan sebagian rencananya pada satu orang, sebagian lagi pada orang lain, tetapi tak pernah utuh.
  • Ijinkan pemerintahan mayoritas hanya dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari satu orang, yaitu kamu sendiri.
  • Memanipulasi orang-at au peristiwa-tidak cukup.
  • Yang paling penting adalah pilihan waktu.
  • Obat yang mujarab selalu pahit.
  • Jangan sekali-kali merisaukan hari esok. Besok kamu mungkin mewarisi sejuta dolar atau digilas sebuah truk. Atau mewarisi sejuta dolar dan digilas sebuah truk.
  • Sentimen adalah untuk bayi yang masih menyusu.
  • Jika diberi waktu cukup, tidak satu tugas pun akan rampung.
  • Ada 2.598.960 kemungkinan untuk pasangan kartu poker di tangan, tetapi kamu hanya akan diberi satu. Untung kamu tidak perlu mempunyai tangan terbaik untuk menang.
Yuk komen
Mohon disebarkan...