Bimbingan Machiavellis Bagi Bisnis Modern

Bagian 3

 

Pergulatan Dalam Persaingan

sahoobi.comSeluruh kariermu akan berkutat dengan dua pergulatan persaingan, satu dalam organisasimu sendiri — yaitu menentang saingan-saingan dan musuh-musuh di sana. Yang lain di luar organisasi — yaitu menentang rival-rival dan musuh-musuh. Kamu ada di tengah-tengah kehidupan, compare, dan sekali kamu berada di sana, kamu tidak bisa mengelak pergi.

Dalam kedua pergulatan hadiah yang diperebutkan adalah kekuasaan. Bukan uang, tetapi kekuasaan. Dalam setiap pergulatan kamu mencari kemenangan dalam apa yang pada dasarnya merupakan peperangan. Di sini kata-kata teoris militer Prusia von Clausewitz sangat pas:

 “Orang-orang yang baik hati mungkin berpikir ada sesuatu cara yang sangat cerdik untuk melucuti atau mengalahkan musuh tanpa terlalu banyak mengucurkan darah, dan mungkin membayangkan bahwa inilah tujuan sejati seni perang. Meskipun ini kedengaran menyenangkan, ini adalah kesalahan berpikir yang harus dikuak: Perang adalah urusan yang sangat berbahaya sehingga kekeliruan yang berasal dari kebaikan hati adalah sangat buruk.”

Orang Prusia ini juga mengatakan: “Pertarungan adalah satu-satunya kekuatan efektif dalam perang; tujuannya adalah menghancurkan kekuatan-kekuatan musuh sebagai salah satu sarana menuju tujuan yang lebih jauh … Dengan demikian penghancuran kekuatan-kekuatan musuh mendasari semua aksi militer; semua rencana didasarkan pada hal ini.”

Terakhir, terimalah nasihat Machiavelli mengenai masalah yang sarna: “Kamu harus tahu bahwa ada dua cara untuk melangsungkan suatu pertarungan: yang satu dengan hukum, dan yang lain dengan kekuatan. Yang pertama dipraktekkan oleh manusia, dan yang lain oleh manusia biadab; dan mengingat yang pertama itu sering kali tidak memadai, mengambil yang kedua menjadi perlu.”

Perilaku biadab dan berdarah yang demi penghancuran total oposisi-mungkinkah itu bukan harga yang mau kamu bayar untuk meraih keberhasilan? Well, menjadi anak baik dan manis tidak pernah memungkinkanmu memasang karpet merah di lantai kantormu. Dan jika kamu ingin dicintai, belilah seekor anjing.

Hai, ini satu rahasia lagi yang harus kamu ketahui: Adalah mustahil untuk menemukan moralitas dalam pergulatan mere but kekuasaan. Musuhmusuhmu di dalam dan di luar organisasi memandangmu sebagaimana kamu memandang mereka, dan kemungkinan besar menganggap diri mereka orang saleh dalam usaha mereka untuk menghancurkanmu. Dalam pergulatan merebut kekuasaan, pertimbangan-pertimbanganmu harus sepenuhnya didasarkan atas kepentingan pribadi dan usaha menemukan rute yang paling langsung dan ekonomis menuju tujuanmu. ]ika rute itu barbar dan penuh lumuran darah, lebih buruk pula bagi orang-orang yang menentangmu.

Bagi mereka yang berada di luar konDik, apa yang benar di matamu mung kin mereka anggap keliru, tetapi kamu hanya bisa melangkah searah dengan pandanganmu. lnilah yang dimaksudkan dengan ungkapan “Kerjakan apa yang harus kamu kerjakan,” dengan tekanan pada apa yang wajib menurut pandanganmu sendiri.

Sebelum setiap pertempuran dalam setiap peperangan, anggarkan kerugian-kerugian yang bisa kamu tanggung. Jika kerugianmu mendekati plafon dalam pertempuran itu sendiri, coretlah sekalian. Orang militer mengatakan, “Jangan memperkuat kegagalan.” Pepatah pemain poker mengatakan “Jangan menggandeng tangan pecundang.” Apapun yang terjadi, pemenang bukanlah pemain yang paling sering menggaruk taruhan. Pemenang adalah pemain yang akhirnya mengantungi uang paling banyak.

Dalam merancang strategi-strategimu dan mengambil tindakan-entah kekerasan atau penipuan kamu harus berusaha agar musuh kehilangan keseimbangan. Keuntungan yang bisa kamu peroleh dari hal ini terutama adalah membuat musuh takut padamu. la tidak tahu seberapa berbahaya atau efektifnya kamu, dan dia akan meraba-raba. Gertaklah dia untuk memberinya bahan pemikiran.

Biarkan musuhmu mengerjakan sebagian dari pekerjaanmu sesukanya. ]ika kamu melakukannya sehingga seakan-akan dia akan mendapatkan keuntung an dari tindakan-tindakan tertentu-yaitu aksiaksi yang kamu inginkan agar menjebak dan menghancurkan dirinya sendiri-ia akan bekerja untukmu dalam menghancurkan dirinya sendiri. Jika kamu  terpaksa menggunakan tipu daya, berdusta untuk melakukan itu, tipulah dan dustalah. Sebagaimana telah kami katakan, tidak ada moralitas dalam pergulatan berebut kekuasaan.

Meskipun tujuanmu dalam setiap peperangan adalah menghancurkan musuhmu secara total, ini kadangkadang mustahil; kadang-kadang ini ternyata tidak dikehendaki. Tetapi jika musuh· kalah, kamu harus membuat perdamaian yang tegas dengan dia atau sisa-sisa laskarnya. Ini adalah tugas paling berat bagi seorang pemenang.

Dalam menciptakan perdamaian yang harmonis dan menguntungkan, akan penting untuk menemukan di antara para pecundang itu orang yang kelak akan menuntut balas. Telanjangilah dia dari segala. kekuasaan atau lemahkan dia sehingga kelak tidak akan bisa berdiri tegak sebagai ancaman bagimu. Beberapa di antara para pecundang itu dengan cara yang konyol akan merasa bersyukur padamu, bahkan mungkin berterima kasih padamu karena telah membuat pertamngan berakhir. Mereka akan tunduk tanpa syarat dan bahkan secara sukarela mengajukan diri untuk menyumbangkan tenaga atau memberikan konsesi-konsesi lebih besar melebihi apa yang dulu kamu tuntut. Manfaatkan sepenuhnya kelemahan ini sebelum reaksinya mengendap.

Dua hal hams kamu waspadai jika kamu telah memenangkan perang: (1) mabuk kemenangan; jangan membuat rencana atau klaim muluk-muluk ketika penalaranmu diubah oleh perasaan-perasaan yang diilhami oleh kemenangan; dan (2) kecenderungan korup dari tambahan kekuasaan yang telah kamu menangkan. Cobalah untuk tidak merasa tidak begitu bertanggung jawab karena kamu telah mendapatkan kekuasaan jauh lebih besar. Kamu masih hams bertanggung jawab terhadap dirimu sendiri dan kamu masih hams memimpin melebihi yang sudah-sudah -artinya, mengelola.

Yuk komen
Mohon disebarkan...