Bimbingan Machiavellis Bagi Bisnis Modern

Bagian 3

Tokoh Teladan

sahoobi.comSebagaimana sudah kukatakan, para prajurit Mafia percaya pada kehormatan, pembalasan, dan solidaritas. Pengejawantahan dari ketiga keutamaan ini dalam Urusan Kami tetap Johnny Torrio. Herbert Asbury, pengamat dunia kejahatan Chicago yang paling mahatahu itu, membeberkan pribadi tokoh ini sebagai berikut: “Sebagai organisator dan administrator dunia kejahatan, Johnny Torrio tidak tertandingi dalam sejarah kejahacan Amerika; barangkali dia adalah satu-satunya orang yang paling mendekati perwujudan master mind sejati yang pernah dihasilkan oleh negeri ini.”

Pertama-cama Johnny Torrio adalah seorang uomo di panza (secara harafiah berarti “manusia perut”), orang yang menyimpan segala sesuatu untuk dirinya sendiri (dalam ususnya); kemudian uomo segreto (seorang yang miscerius dan penuh rahasia); tetapi terutama dia adalah uomo di pazienza (orang sabar).

Manusia sabaran adalah manusia yang memegang kendali. Dia tegas; dia tak bergeming dalam segala hal. Dia tetap menjaga jarak dari masyarakat luar dan biasanya tidak selaras dengan masyarakat luar. Dia tidak memiliki pretensi. Yang dia miliki adalah suatu kekuatan batin yang membuatnya selalu diperhitungkan orang dan dirasakan kehadirannya, karena dia menunggu, dia merencanakan, dan dia menyerang hanya pada saat ada peluang terbaik untuk sukses.

Dia selalu ingat pada apa pun juga yang bisa dimanfaatkan dengan mempelajari apa yang harus dibayar oleh orang-orang lain. Dia mempelajari perilaku mereka, mengevaluasi apa yang bisa berhasil diterapkan pada mereka dan apa yang mungkin tidak. Semenrara lawan-lawannya menghentak-hentakkan kaki dan meradang dalam ketidak-sabaran, dia menunggu sambil mengukur kelemahan-kelemahan mereka. Ia tahu persis bahwa kehormatan dicapai dengan jalan bersikap membumi, licik, cerdik, dan mengutamakan kepentingan diri sendiri, bukan dengan jalan menjadi
orang baik atau menaruh kepercayaan atau berbudi luhur.

Sepanjang hidup dia dipenuhi kerja dan pengingkaran diri, pengandalan diri, dan kendali-diri. Dia tidak mengundang konfrontasi; dia menghindari konfrontasi, kecuali jika sesuatu yang sangat penting dipertaruhkan. Kalau tidak, ia mengambil manuver ke arah sasarannya. Dia licin dan cerdik. Dan yang paling penting, dia tahu persis apa yang penting, dan hal ini memberinya harkat diri dan respek.

Semua kualitas ini, ditambah dengan kejantanan dan kecerdasan, dimiliki oleh Johnny Torrio sampai tingkat yang sangat tinggi. Ia belajar dari kegagalan dan kesalahan yang begitu sedikit ia buat di Chicago, dan ketika ia meninggalkan kota itu ia telah mendapatkan cukup banyak respek di anrara orang-orang yang sederajat, sehingga ketika ia, tahap demi tahap, mengusulkan langkah-langkah yang dalam waktu sangat pendek mewujudkan “Mafia” Nasional Amerika, maka secara de fakto dia menjadi consigliere organisasi itu. Pada usia tujuh tahun Johnny Torrio bertugas memandikan seekor babi buta milik ayah tirinya di Brooklyn; setengah abad kemudian –dengan diam-diam-ia menjadi salah satu orang paling kaya dan paling penting dalam suatu jaringan kejahatan skala nasional, yaitu suatu jaringan yang diciptakan dengan ide-ide dan energinya: Mafia Amerika.

Kamu tidak akan keliru jika kamu mengambil teladan Johnny Torrio untuk gaya kepemimpinanmu. Dia memang tidak terkenal seperti Al Capone yang flamboyan itu, tetapi sebagai seorang pemimpin dia jauh lebih efektif dan jauh lebih sukses.

Menata Rumah Tangga

Apa hubungan antara perkawinan dan bisnismu? Segala-galanya berhubungan, atau tidak ada yang berhubungan, tergantung pada wawasan dan keterampilanmu. Tetapi sebaiknya perkawinan tidak dihubungkan sama sekali dengan bisnismu. Tergantung padamu dan pengacaramu untuk mengatur agar kedua hal itu terpisah sama sekali.

Sebelum mengucapkan sumpah perkawinan, carilah seorang pengacara yang ahli dalam hukum perkawinan dan perceraian. Suruh dia menyusun kontrak pranikah yang membeberkan secara rinci siapa akan mendapatkan apa jika kamu berpisah dari pasanganmu (dan kemungkinan kamu akan cerai memang lebih besar). Suatu pembagian dalam jumlah kecil, yang disetujui terlebih dahulu, akan menjaga agar suami atau isterimu dan pengacaranya yang serakah tidak merusuhi bisnismu, pembukuanmu, dan rekening bankrmu.

Jika kekasihmu mengatakan padarnu: “Kamu ini kok materialistis banget, sampai tega-teganya menyuruhku menandatangani persetujuan seperti ini? Apa kamu nggak cinta sarna aku?” jawab saja: “Lho, tentu saja aku cinta padamu, sayang. Tapi para kreditor dan pengacaraku bersikeras menghendaki pengaturan ini. Jangan lupa menandatangani keempat salinannya.”

Tentu saja perkawinan Mafia tidak pernah menawarkan pembagian 50-50. Si isteri tidak tahu sama sekali mengenai bisnis suaminya. Dia hanya samar-samar saja tentang penghasilan tahunan si suami, hampir tidak tahu sama sekali rekanan-rekanan bisnisnya, tidak pernah mengharapkan si suami membiarkan masalah rumah tangga lebih diutamakan daripada kepentingan-kepentingan bisnis. Tentu saja perkawinanmu akan berbeda. Kamu sah. Karena itu akan cukup nalar jika kamu dan suami atau isterimu mempunyai pengaturan yang lebih beradab. Tetapi toh ….

Meskipun begitu, demi kariermu sendiri, aku anjurkan agar, sebagaimana dalam perkawinan Mafia,  pasangan hidupmu seyogyanya orang yang mau percaya bahwa apa pun yang kamu lakukan adalah demi yang terbaik, yang dengan demikian tidak akan ingin terlibat dalam keputusan-keputusan, tetapi akan menerima apa pun yang kamu putuskan, mengerjakan apa pun yang kamu nyatakan harus dikerjakan- tanpa bertanya. Adalah rumah tangga yang ganjil jika si betina berkokok sedangkan si jantan membisu dengan patuh.

Pasanganmu satu kali pun tidak boleh bertanya dari mana saja kamu, apa saja yang kamu kerjakan, apa saja yang kamu pikirkan. Isteri hanya boleh tahu apa yang kamu inginkan agar dia ketahui dan sekaligus menyukainya. Isteri tidak boleh bersikap asertif, tidak boleh marah padamu. Dunia isteri adalah rumah dan anak-anak, tidak lebih.

Selesai!

 

Dalil-dalil

  • Setiap masalah mempunyai dua macam penanganan.
  • Agar selesai lebih cepat, bersabarlah.
  • Jika satu-satunya alat yang kamu miliki adalah sebuah palu, semua masalah akan nampak seperti paku.
  • Perjanjian dibuat untuk dilanggar.
  • Selalu ada saat untuk menimbang utang-piutang.
  • Jika kamu berkompromi, kamu kalah. Jika kamu nampak seakan telah berkompromi, kamu telah mengambillangkah menuju kemenangan.
  • Kesulitan menunjukkan watak orang yang sebenarnya.
  • Persiapan adalah ibu peruntungan, keberanian adalah bapaknya.
  • Isteri lelaki yang ceroboh adalah calon janda.
  • Lama sesudah dosa-dosa lain menua, keserakahan tetap awet muda.
  • Jika kamu menjadi alas tempa, bersabarlah; jika kamu menjadi palunya, seranglah.
  • Jika rencana-rencanamu terwujud, setiap orang akan menjadi sahabatmu; jika gagal baru sesudah itu kamu menemukan sahabatmu yang sejati.
  • Kesialan selalu datang berpasangan; sesudah itu beranak-pinak.
  • Jangan sekali-kali mengharapkan logika dan nalar untuk mengatur masalah manusia.
  • Peruntungan selalu senyum, dan sesudah itu berkhianat.
  • Pilihan yang salah biasanya terasa lebih nalar.
  • Ketika situasi sedang buruk-buruknya, satu-satunya perkembangan adalah menjadi lebih baik.
  • Demi perdamaian, bersiaplah untuk bertempur.
  • Jangan sekali-kali menciptakan musuh secara tidak perlu.
  • Jangan mengajarkan semua jurus tipu dayamu pada para perajuritmu; kalau tidak, senjata bisa makan tuan.
  • Lebih baik musuh-musuhmu terlalu besar menilai kebodohanmu daripada kecerdikanmu.
  • Untuk mempedayai musuh, berpura-puralah takut padanya.
  • Seekor kecoak yang dibungkus kobis adalah lebih baik daripada tidak ada daging sama sekali.
  • Masa depan dibeli dengan masa kini.
  • Setelah perang, banyak pahlawan menampilkan diri.
  • Kesialan selalu datang melalui pintu yang dibiarkan terbuka untuk mereka.
  • Setelah kemenangan, asahlah pisaumu.
  • Jika kamu belum pernah di jalanan, kamu tidak dapat mengenalinya.
  • Jika musuh mundur setiap kali kamu memainkan kartu yang bagus, bermainlah dengan menatap mata mereka.
  • Seranglah lebih dulu, dan niscaya itu akan menjadi serangan terakhir.
  • Krisis khayalan selalu lebih buruk daripada krisis nyata.
  • Biarkan anjing-anjing yang sedang tidur menggeletak, kecuali jika kamu menggiring seekor singa.
  • Tidak seorang pun mati dua kali.
  • Kemenangan selalu bersifat sememara; begitu pula kekalahan.
  • Teori-teori yang terbaik biasanya menghasilkan praktek paling buruk.
  • Kebisuan tidak pernah membuat kesalahan.
  • Biarkan musuhmu berbicara. Jika dia sudah selesai bicara, biarkan dia bicara lagi.
  • Orang bisa dibeli dengan berbagai uang logam.
  • Perlakukan orang tak dikenal sebagai sahabat; percayai dia sebagaimana kamu mempercayai orang tak dikenal.
  • Air tenang mungkin menyembunyikan hiu.
  • Tidak ada yang disebut politikus murahan.
  • Hidup sesuai kemauan orang lain adalah penderitaan bagi segelintir orang, perlu bagi banyak orang, dan membahagiakan bagi kebanyakan orang. Terapkan pringsip ini.
  • Kemarahan adalah angin yang bertiup dan mematikan lilin penalaran.
  • Cukup bukanlah pesta; cukup hanyalah cukup.
  • Di tengah lautan semua orang bersaudara, tetapi mereka yang memegang pelampung mungkin tidak mau berbagi.
  • Hanya orang bodoh memalingkan punggung ke arah tujuan.
  • Banyak perbedaan bisa diatasi dengan menyelipkannya pada serbet.
  • Jangan sekali-kali mengikat seekor anjing dengan usus seekor babi.
  • Ketakutan sering kali ditptup-tutupi dengan keberaman.
  • Musuh paling berbahaya adalah ketika dia nampak kalah.
  • Tipulah si kaya, tetapi jangan menghina mereka.
  • Jika kamu berburu, biarkan si buruan mendatangimu.
  • Masa tua seekor rajawali sama seperti masa remajanya:  penuh mara bahaya.
  • … Dan palungan seorang laki-laki teronggok di kuburnya.
  • Ke mana kamu melangkah, di situ kamu berada.
  • Cukup! Selesai!
Yuk komen
Mohon disebarkan...