Pacaran Tidak Mengobati Kesepian

Lonlieness_crop

 

Padahal realita justru sebaliknya: jika Anda merasa kesepian sebelum berpacaran, maka Anda cenderung merasa lebih kesepian setelah berpacaran. Seorang profesor psikologi dari University of Chicago, John Caccioppo, menyatakan bahwa, “As people become lonely, they become less trustful of others, and a cycle develops that makes it harder for them to form relationships.”

Contoh yang tipikal terjadi adalah kita kesepian karena merasa pasangan tidak menjadi orang yang sama lagi. Kita merasa ia menjadi orang lain yang tidak membuat perasaan Anda ramai gaduh seperti pada saat PDKT dahulu. Akibatnya, kita merasa lebih sengsara daripada sebelum berpasangan dengannya. Bahkan lebih mengerikan karena kita kini memiliki alasan, bukti, dan orang yang bisa kita salahkan atas kesepian kita.

Jadi jika Anda kesepian saat berpacaran, itu bukan salah pasangan Anda. Besar kemungkinannya Andalah penyebab dari rasa kesepian itu sendiri. Tidak peduli seberapa kuat hubungan yang Anda bina dengan orang lain, bila Anda tidak membina hubungan yang kuat dengan diri sendiri, maka Anda akan terus dihantui dengan kesepian dan ketidakbahagiaan di mana saja.

Lebih jauh lagi, orang pacaran -atau bahkan menikah- tidak otomatis lebih bahagia daripada orang yang lajang! Pacaran, atau bahkan pernikahan, hanya bisa membuat Anda merasa seolah sibuk. Anda merasa seperti selalu memiliki kegiatan. Anda merasa memiliki sesuatu yang berharga untuk dipertahankan. Tapi ketika hubungan romansa menyentuh titik jenuh di mana semua terasa seperti rutinitas, bibit-bibit kesepian itu akan mulai menunjukkan giginya kembali.

Kesepian adalah state of mind yang tidak bisa diobati dengan pacaran. Malah Anda harus bisa mengobati kesepian itu sebelum memulai pacaran, dengan demikian kebahagiaan Anda bukan sekedar akibat dari hubungan tersebut. Ada tiga tehnik favorit saya yang bisa Anda lakukan untuk obati kesepian, khususnya bila Anda sudah terlanjur berada dalam sebuah hubungan romansa:

Bernostalgia

Anda perlu melatih bernostalgia hal-hal indah yang ada hubungannya dengan percintaan. Pikirkan tentang kesuksesan Anda ketika jaman kuliah. Pikirkan tentang gaji pertama Anda dahulu. Pikirkan tentang kejutan dan kado ulang tahun yang pernah terjadi. Pikirkan tentang berbagai kejadian hoki/keberuntungan yang terjadi pada Anda. Pikirkan tentang sahabat-sahabat Anda yang selalu membantu Anda. Pikirkan semua hal tersebut, maka Anda bisa merasakan cengkeraman rasa getir sepi itu berangsur-angsur melemah.

Nikmati kesepian tersebut

Dr. Dan Kiley dalam bukunya, Living Together, Feeling Alone, menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan rasa kesepian. Yang salah adalah ketika Anda terlalu banyak mengeluhkannya, atau malah menyalahkan orang lain. Jadi saran beliau adalah Anda perlu menikmati kesepian itu dengan berbagai kegiatan pribadi yang konstruktif. Contohnya adalah dengan latihan meditasi yoga, atau berkomitmen menghabiskan satu-dua buku setiap bulannya, menulis jurnal/blog, dsb. Menurut saya, kesepian adalah kesendirian yang tidak produktif. Jadi jika Anda bisa mengubah kesendirian itu jadi produktif, Anda memiliki banyak alasan untuk mencintai diri sendiri dan akhirnya tidak lagi merasakan kesepian, malah menikmatinya!

Tingkatkan jumlah orang yang Anda kenal

Setiap orang berharap dikenal-mengenal banyak orang, dan semakin besar perbedaan antara harapan itu dengan realita, semakin Anda dihantui rasa kesepian. Hasil penelitian Chris Segrin dari University of Arizona menganjurkan Anda untuk menambah jumlah interaksi sosial, bukannya menambah jumlah sahabat atau teman dekat (karena memang ada orang yang lebih senang dengan kelompok sahabat yang kecil). Sekedar menegur-sapa dan berkenalan itu mudah, ‘kan? Tentu Anda harus melakukannya di dunia nyata, bukannya berkeliling di dunia maya lewat Facebook atau Twitter. Kalaupun Anda masih kebingungan cara interaksi dengan orang asing itu, silakan cek saja referensi di Hitman System.

So, masih takut hadapi kesepian?

Anda punya pengetahuan/pengalaman lainnya? Yuk berbagi di kolom komentar.

Sumber:

  • http://www.kelascinta.com
Yuk komen
Mohon disebarkan...